Tingkatkan Budaya Baca dari Smartphone Kita

Ada pepatah mengatakan, “Buku adalah jendela dunia.” Kegiatan membaca buku merupakan salah satu cara dalam membuka jendela tersebut agar kita bisa mengetahui lebih jauh tentang dunia yang belum kita tahu sebelumnya. Kegiatan tersebut dapat dilakukan oleh siapa saja, anak-anak, remaja, dewasa, maupun orang-orang yang telah berusia lanjut.

Buku merupakan sumber berbagai informasi yang dapat membuka wawasan kita tentang berbagai hal seperti ilmu pengetahuan, ekonomi, sosial, budaya, politik, maupun aspek-aspek kehidupan lainnya. Selain itu, dengan membaca, dapat membantu mengubah masa depan, serta dapat menambah kecerdasan akal dan pikiran kita.

Pengenalan buku sejak usia dini adalah hal yang perlu dilakukan oleh orang tua kepada anaknya. Dengan banyak membaca, anak-anak akan mendapatkan tambahan informasi pengetahuan apapun dari sebuah buku. Tidak hanya untuk kalangan anak-anak, orang dewasa pun disarankan untuk membaca buku untuk tetap mendapatkan pengetahuan dan mengasah otak.

Tanpa kita sadari, manfaat membaca buku dapat memberikan banyak inspirasi bagi kita. Namun sayangnya kegiatan membaca buku akhir-akhir ini telah banyak diabaikan berbagai kalangan dengan alasan kesibukan, maupun karena adanya media yang lebih praktis untuk mendapatkan informasi seperti televisi, radio, maupun media internet.

Di era digital, kebanyakan orang mulai beralih ke konten internet untuk mendapatkan bahan bacaan. Novel, cerpen, buku cerita, dongeng, fiksi atau buku ilmu pengetahuan kini juga banyak yang tersedia dalam bentuk digital atau e-book. Kemudahan membaca ini semakin ditunjang dengan perangkat smartphone dan aplikasi reader yang mendukung aktivitas membaca di sembarang tempat.

Untuk menunjang kegiatan membaca buku digital, pengguna smartphone perlu memperhatikan kesehatan mata. Paparan cahaya dari layar ponsel cerdas secara terus menerus dan dalam waktu lama bisa berpotensi merusak mata. Oleh karena itu, pengguna smartphone perlu untuk memperhatikan cara membaca yang baik dan benar agar mata tetap sehat.

Ada beberapa aturan yang harus diperhatikan ketika kita sedang membaca dengan smartphone, yang pertama adalah :

Durasi atau lama waktu membaca.

Membaca sebaiknya tidak melebihi dari satu jam. Jika ingin lebih, maka sebaiknya kalian perlu mengistirahatkan mata minimal 15 menit sebelum membaca kembali. Saat istirahat, alihkan pandangan mata untuk melihat benda-benda berwarna hijau dan warna-warna alam semisal biru langit. Pengalihan ini membantu lapisan dalam bola mata yang bertugas menangkap warna dan cahaya hingga terbentuk zona Rhodopsin (salah satu senyawa vitamin A). Rhodopsin yang berupa pigmen ini berada di sel fotoreseptor dari organ retina yang bertanggung jawab terhadap persepsi cahaya.

Aturan kedua yang harus diperhatikan saat membaca dengan smartphone adalah :

Posisi membaca.

Posisi yang baik adalah dengan tubuh dan kepala yang tegak, sementara mata mengarah ke objek baca pada jarak ideal sekitar 25-30 cm. Namun saat ini, sering kali kegiatan membaca justru dilakukan sembari tiduran atau tengkurap. Banyak orang berpendapat posisi tersebut paling nyaman untuk membaca. Padahal kedua posisi ini sangat berpotensi memperburuk kondisi mata yang sehat.

Terutama bagi mata yang memang sudah bermasalah semisal mata silinder (astigmatisme), minus, maupun plus, sebaiknya hindari membaca sambil tiduran atau tengkurap. Membaca sambil tiduran akan membuat mata bekerja lebih keras, karena biasanya cahaya terhalang oleh buku atau kepala, sehingga mata kurang mendapat pencahayaan yang cukup. Apabila kalian ingin tetap membaca sambil tiduran, maka sebaiknya ganjal bagian punggung hingga kepala agar tetap tegak atau posisi setengah duduk.

Yang terakhir merupakan aturan yang paling penting saat membaca konten digital, yaitu :

Pencahayaan.

Idealnya pencahayaan diarahkan langsung ke objek baca. Sebaiknya pilih cahaya yang berwarna putih atau daylight, agar lingkungan baca kalian seolah seperti di luar ruangan yang memiliki cahaya natural matahari.

Seringkali pengguna smartphone beranggapan cahaya yang berasal dari layar sudah cukup terang sehingga tidak perlu lagi membutuhkan cahaya dari lampu pijar atau neon. Anggapan ini jelas keliru, justru yang harus diperhatikan adalah cahaya ruangan tempat kita membaca, selain kapasitas layar dari smartphone tersebut.

Jika kalian ingin membaca konten digital dari smartphone maka perhatikan adanya fitur untuk mereduksi cahaya layar. Layar OPPO A92 misalnya, telah dilengkapi dengan kemampuan untuk mengurangi intensitas cahaya biru yang bisa merusak retina mata. Layar OPPO A92 yang berukuran 6,5 inci dan mengadopsi Neo-Display 1080P dengan resolusi 2400 x 1080 pixel telah mendapatkan sertifikasi perlindungan mata dari T√ľV Rheinland. Sertifikasi ini memastikan layar A92 dengan dengan kepadatan sebesar 405 PPI aman bagi mata manusia.

Di dalam OPPO A92 juga disertakan menu pengaturan Eye Care yang menyediakan setelan temperatur warna mulai dari Cool hingga Warm. Di menu tersebut, juga ada pengaturan efek layar antara Color dan Black and White. Selain itu, fitur berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) pada A92 juga bisa mempelajari kebiasaan pengguna saat menggunakan ponsel sehingga akan mengatur cahaya latar secara otomatis ketika membaca buku digital.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *