Mencoba Ketangguhan Samsung Galaxy S10 Series di Turki Bersama Jay Subyakto

Samsung baru saja meluncurkan S10 seriesnya di Indonesia dan kali ini saya bersama rekan-rekan reviewers lainnya berkesempatan untuk mencoba ketangguhan Samsung Galaxy S10 Series di Turki.

Di kesempatan kali ini kami berkesempatan untuk mencoba fitur fitur kamera dan video di S10 series, dengan meningkatnya tren smartvideography di kalangan generasi milenial, Samsung S10 diklaim mampu memberikan pengalaman merekam video yang lebih dari biasanya.

Baca juga : Imut Mungil dan Premium, Samsung Galaxy Buds

Pada perjalanan kali ini kami juga tidak sendirian, kami ditemani oleh Jay Subyakto, sutradara, penata artistik, sekaligus fotografer ternama Indonesia. Beliau mengatakan “Tidak ada karya spektakuler yang dihasilkan dengan mudah. Namun, Samsung Galaxy S10 memberikan kemungkinan yang luas untuk mengeksplorasi dengan cara yang lebih nyaman, lebih cepat dan lebih terarah.”

Kamera Galaxy S10 mampu menghadirkan pengalaman berbeda saat merekam video, kombinasi super speed dual pixel, dan dual aperture memudahkan pengambilan gambar dan perekaman video.

Samsung Galaxy S10 juga sudah mendukung format HDR10+ dengan kamera belakang, dengan format ini hasil video bisa meningkat dibandingkan hasil perekaman video biasa.

Baca juga : Galaxy Watch Active Untuk Hidup Aktif

Samsung Galaxy S10 Series juga memiliki fitur Super Steady dengan teknologi stabilisasi digital sehingga kamera dapat merekam dengan stabil meski saat sedang aktif bergerak, berkendara, hingga berguling-gulingan di salju.

Bersama Jay Subyakto, kami diberikan lima tips untuk membuat video menggunakan smartphone

  1. Pilih smartphone yang tepat. Rangkaian Samsung Galaxy S10 Series ini mendukung format video HDR10+ dan 10 bit yang mampu menghadirkan kekentalan warna yang tidak akan pecah saat melalui proses editing.
  2. Perlakukan tangan layaknya tripod. Ini diperlukan untuk mengurangi guncangan saat merekam video. Samsung Galaxy S10 Series juga dilengkapi fitur Super Steady yang memungkinkan perekaman video yang tetap stabil meski dalam keadaan aktif bergerak.
  3. Rekam dengan format landscape. Saat merekam usahakan dalam posisi landscape, hasil rekaman akan terasa lebih utuh, Samsung Galaxy S10 Series juga dilengkapi lensa ultra wide angle yang bisa menangkap gambar dengan lebih luas sehingga mampu memberikan efek sinematik.
  4. Gunakan teknik-teknik berikut saat merekam video.
  5. Tilt – gunakan tangan sebagai tumpuan dan gerakkan smartphone ke atas atau ke bawah.
  6. Slide – mirip seperti teknik tilt, hanya bedanya gerakkan tangan ke kiri atau ke kanan.
  7. Panning – gunakan badan sebagai tumpuan dan lakukan gerakan vertikal atau horizontal mengikuti arah objek bergerak.
  8. Perhatikan angle pengambilan video. Ambil video dari berbagai angle, S10 series memiliki tiga lensa, Wide, Ultra wide, dan Telephoto yang bisa digunakan untuk mengambil gambar dari berbagai sudut untuk menghasilkan kesan yang berbeda.

Jay menambahkan tips mengambil video di tempat bersalju, “Ukuran smartphone yang kecil seringkali membuatnya sulit untuk menangkap gambar dengan steady, sehingga hasil recording dari smartphone sering terlihat shaky. Jangankan sambil melakukan aktivitas lain, mengambil video sambil berjalan saja sering terlihat tidak stabil. Untuk menyiasati permasalahan tersebut, pengguna Samsung Galaxy S10 dapat mengatifkan fitur Super Steady saat me-record video. Hasilnya gambar akan terlihat lebih stabil meski sedang bermain salju sekalipun,”

Dalam memperkaya konten, Jay Subyakto juga memberikan tips apa saja yang harus diperhatikan saat membuat video:

  1. Rencanakan untuk mencipta sesuatu yang tidak konvensional, bila objek rekam sama maka pikirkan bagian dari hasil karya yang mampu mendapat perhatian penonton.  #neverafraid untuk mengambil gambar dengan berbagai angle kamera S10 untuk menemukan yang paling pas.
  2. Ciptakan karya yang orisinil, tidak biasa. Karenanya #neverafraid to explore, dan nikmati perjalanan prosesnya. Karya bagus ditentukan oleh pengalaman yang sudah kita jalani.
  3. Selipkan unsur budaya dan cerita dari video atau film yang hendak dibuat. Ambil beberapa foto untuk dijahit kedalam video yang dapat menonjolkan budaya yang ingin dijadikan primadona, aktifkan Scene Optimizer, Smart Composition dan Live Focus. Jadikan video lebih bermakna dengan isi yang mengedukasi dan memberikan wawasan baru.

Lebih lanjut bahkan Jay mengajak pengguna Galaxy S10 untuk membuat sebuah video perjalanan yang epik, “Manfaatkan smartphone yang ada bersama mu setiap saat, jadikan partner menciptakan video yang belum pernah ada sebelumnya. #neverafraid to explore untuk mengambil shoot gambar yang berbeda, dan bercerita.”

Hasilnya? Bisa kalian lihat di video berikut ini.

The following two tabs change content below.

Mikhail Surjadi

Penggemar gadget, penyuka makanan, hobi olahraga dan fotografi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *