Intel RealSense ID – Teknologi Pengenalan Wajah dengan Depth-sensing Kamera!

Intel baru saja meluncurkan RealSense ID, solusi pengenalan wajah yang mengandalkan teknologi penginderaan mendalam RealSense. RealSense dimulai sebagai kamera bergaya Kinect untuk interaksi tanpa sentuhan, tetapi RealSense ID merupakan upaya Intel untuk mereposisi bisnis kameranya ke sektor keamanan, melalui pengenalan wajah pada perangkat terlebih dahulu, sementara teknologi ini juga berpotensi untuk menimbulkan kontroversi.

RealSense ID dibuat berdasarkan teknologi Intel depth-sensing dengan jaringan neural untuk mengidentifikasi wajah, system-on-a-chip mandiri, dan elemen keamanan yang akan mengenkripsi dan memproses data pengguna. Perangkat ini harus belajar dan beradaptasi dengan wajah seiring waktu, mengenali rambut wajah, berbagai warna kulit, dan masker wajah. Teknologi ini tersedia pada modul yang dapat diintegrasikan ke produk lain atau sebagai perangkat mandiri yang dapat dipasang ke komputer.

Teknologi RealSense Intel telah berkembang pesat selama beberapa tahun, muncul dalam kasus penggunaan demo teknologi yang nggak penting seperti memasukkan wajah ke Fallout 4, dan yang lebih berguna seperti membuka kunci laptop dengan Windows Hello. Intel menyarankan penggunaan aplikasi baru RealSense ini dapat digunakan untuk berbagai kepentingan, seperti ATM, pendaftaran, dan kunci pintar (smart locks). Yang tidak disebutkan adalah penggunaan pengenalan wajah yang populer : seperti pemerintah dan lembaga penegak hukum dalam melacak dan membuat profil orang.

Setahun terakhir, perangkat lunak pengenal wajah yang dibuat oleh Huawei digunakan untuk melacak minoritas Uighur yang teraniaya di China. Dan di AS musim panas lalu, teknologi pengenalan wajah digunakan oleh Departemen Kepolisian Kota New York untuk melacak aktivis Black Lives Matter yang dituduh melakukan penyerangan. Di luar potensi penyalahgunaan, perangkat lunak pengenal wajah ternyata masih bias baik untuk ras maupun jenis kelamin, sehingga terbuka kemungkinan terjadinya false-positive. Misalnya, perangkat lunak pengenalan wajah dari Amazon Rekognition, lebih sulit mengidentifikasi orang jika mereka perempuan atau berkulit gelap daripada jika mereka laki-laki kulit putih.

MENGURANGI BIAS RASIAL, MUNGKINKAH?

Intel telah mengambil langkah-langkah untuk mengatasi potensi bias dalam RealSense ID dengan membuat sampel wajah yang lebih beragam untuk melatih RealSense. “Kami telah melakukan pengumpulan data ekstensif dari semua etnis dari Asia, Eropa, Afrika Timur Tengah,” kata Intel kepada VentureBeat pada konferensi pers untuk perangkat baru tersebut. Intel mengatakan bahwa RealSense ID memiliki satu dari sejuta kemungkinan untuk salah mengidentifikasi seseorang, tetapi kita harus menunggu dan melihat apakah peneliti luar menemukan kekurangannya.

Pengenalan wajah bukan satu-satunya yang dibayangkan Intel di masa depan untuk RealSense. Untuk CES digital tahun ini, perusahaan mengumumkan RealSense Touchless Control Software (TCS), yang menggunakan RealSense Depth Camera dari Intel untuk memungkinkan Anda berinteraksi dengan layar sentuh dengan mengarahkan jari Anda di atasnya, daripada menyentuhnya. Seperti pengenalan wajah, aplikasi baru ini sangat masuk akal bagi dunia yang masih menghadapi pandemi, dan menunjukkan bahwa masih ada ruang bagi pengontrol gerak RealSense.

Teknologi itu seperti mata pedang, manfaat atau mudharat tergantung dari tujuan penggunaannya. Bagaimana menurut kalian, GA readers?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *