Garmin VivoActive 3, Pantau Aktivitas Harian Anda (Review Part 2)

Ini adalah lanjutan dari review Garmin VivoActive 3 part 1. 

Activity Tracker

Garmin VivoActive 3

Selain sebagai penunjuk waktu (fungsi yang sangat standar) dan sekedar smartwatch , Garmin VivoActive 3 sejatinya adalah sebuah activity tracker. Sekedar info, perangkat ini bahkan bisa memantau heart rate anda 24/7 dan menampilkan ringkasannya langsung di layar perangkat ini. Awalnya saya kira fungsi pemantauan heart rate ini hanya bersifat temporary atau hanya berjalan ketika jam disetting untuk melakukan aktivitas tertentu tapi ternyata tidak, fungsi heart rate sensor pada jam ini nyala secara berkala.

Perangkat ini hadir dengan pre-loaded workout atau banyak macam sesi latihan , tepatnya ada sekitar 21 workout yang bisa kamu pilih mulai dari berlari, berjalan, bersepeda, renang, hingga yoga. Dan untuk memulai sesi latihan kamu ini bisa dibilang cukup gampang. Kamu cukup menekan tombol yang ada di sisi perangkat ini untuk mengakses menu favorit latihan kamu, menunggu GPS siap, dan kamu sudah bisa memulai sesi latihan kamu.

Kamu bahkan bisa mengatur kapan perangkat ini harus memberikan peringatan ketika detak jantung kamu sudah mencapai batas ambang yang ditentukan melalui menu settings. Untuk mengakhiri sesi latihan pun cukup mudah, cukup menekan tombol pada sisi perangkat ini hingga muncul simbol stop berwarna merah untuk menyudahi sesi latihan kamu.

Sepengalaman saya, yang paling saya pakai adalah sesi latihan berlari , berjalan, serta bersepeda, dan kamu bisa melihat rangkuman dari hasil latihan kamu langsung pada perangkat ini karena perangkat ini menyediakan beberapa tampilan report seperti jumlah langkah, berapa banyak kalori yang terbakar, berapa lama latihan, berapa detak jantung rata-rata. Untuk hasil yang lebih mendetil bisa dilihat pada aplikasi yang bisa kamu download di app store ataupun playstore.

Perangkat ini juga mampu menghitung berapa lama kamu tidur, berapa lama kamu memasuki sesi deep sleep, dan light sleep serta berapa lama kamu terbangun. Nah yang uniknya ada fitur stress level dimana perangkat ini bisa memperkirakan tingkat stress kamu sampai di mana. Dan tampaknya saya sering sekali berada di stress level menengah.

Selain itu saya temukan satu fitur yang belum pernah ada di smartwatch yang pernah saya gunakan sebelumnya yakni fitur untuk mengecek VO2Max anda. VO2 Max adalah  kapasitas maksimum tubuh untuk menyalurkan dan menggunakan oksigen saat olahraga intens, yang mencerminkan tingkat kebugaran fisik seseorang dan sering digunakan sebagai indikator kesehatan tubuh anda.

VivoActive 3 juga memiliki kemampuan untuk memutar lagu pada ponsel yang di-pairing dengan perangkat tersebut untuk menemani aktifitas olahraga anda, sayangnya perangkat ini tidak memiliki memori internal untuk menyimpan musik.

Daya tahan baterai

Garmin mengklaim perangkat ini bisa bertahan hingga 7 hari dalam watch mode dan 13 jam jika menggunakan GPS terus menerus,  tapi dalam pengalaman saya sehari-hari perangkat ini mampu bertahan hingga 4-5 hari dan dalam 4-5 hari itu biasanya saya olahraga sekali dan sekali pengisian daya membutuhkan waktu sekitar 1 jam-an saja. Hanya saja karena kabel charger ini unik, bukan menggunakan kabel USB Type C maupun micro USB maka sebaiknya anda jangan kehilangan kabel ini yah.

Aplikasi dan Notifikasi

Garmin VivoActive 3

Seperti yang pernah saya singgung sebelumnya, perangkat ini adalah perpanjangan ponsel anda dan bisa (bahkan harus) terhubung dengan ponsel anda dan aplikasi Garmin Connect untuk merekam data-data hasil latihan anda dan mengubah settingan perangkat anda semisal letak penggunaan perangkat, watch face , berapa umur anda, tinggi anda, dan data pribadi lainnya. Yang paling penting sebenarnya ketika digunakan untuk mengukur aktifitas yang membutuhkan GPS karena agar GPS berfungsi harus terkoneksi dengan ponsel anda.

Di aplikasi garmin connect ini anda dapat melihat report lengkap dari aktifitas anda selama menggunakan perangkat Garmin ini , anda juga dapat mengatur challenges apa yang hendak anda lakukan, mengisi data sepatu apa yang anda gunakan, membuat group teman berlatih anda, konek ke teman” yang menggunakan perangkat Garmin, melihat latihan teman” anda hingga mengubah Wath Face anda. Watch Face yang saya maksud di sini adalah tampilan awal VivoActive 3 ini yah.  Jadi kalau kamu bosan dengan watch face yang itu-itu saja atau mau menyesuaikan Watch Face dengan acara yang dihadiri kamu tinggal masuk ke aplikasi ini , pilih watch face yang sesuai dengan tipe perangkat kamu kemudian sync.

Perangkat ini juga mampu menampilkan notifikasi yang muncul di smartphone yang terkoneksi, dan ini sangat membantu untuk sekedar mengintip lihat notifikasi apa yang masuk tanpa perlu membuka atau mengambil ponsel anda. VivoActive 3 juga bisa menerima atau menolak panggilan yang masuk ke ponsel kamu.

Ada lagi aplikasi Face It, yang gunanya adalah untuk membuat Watch Face bermodalkan foto kamu sendiri. Tapi saran saya kalaupun mau membuat Watch Face ini lebih baik yang fotonya monokrom saja, karena warna-warna di ponsel tidak akan tampil maksimal di layar VivoActive 3 ini.

KesimpulanGarmin VivoActive 3

Garmin VivoActive 3 adalah perangkat yang menarik, dengan disain membundar dan diameter yang tidak terlalu besar activity tracker ini bisa digolongkan sebagai sebuah perangkat uni sex yang artinya cocok digunakan oleh pria maupun wanita. Strapnya juga mudah diganti dengan quick release bands 20mm yang bisa dibeli di toko online.

Baca juga : Garmin VivoActive 3 Review Part 1

Strap yang nyaman dipakai, bentuk yang menarik, serta kemampuan melacak aktifitas anda seharian adalah nilai tambah dari VivoActive 3 ini. Saya yang biasanya membuka jam tangan ketika sudah sampai di kantor ataupun hendak tidur sekarang merasa tidak keberatan kalaupun menggunakan perangkat ini setiap hari dan hanya dilepas sesaat saja.

Selain digunakan sebagai teman berolahraga saya , perangkat ini juga sangat membantu untuk mengintip notifikasi yang masuk ke smartphone jadi tidak usah susah-susah lagi merogoh kantong untuk sekedar melihat notifikasi.

Di Indonesia, Garmin mematok harga VivoActive ini di kisaran Rp 5 juta.

Kelebihan

  • Bentuk yang menarik
  • Strap yang nyaman digunakan
  • Bobot yang enteng
  • Baterai cukup awet dan waktu pengisian yang relatif singkat
  • Fitur olahraga yang cukup lengkap
  • Touchscreen

Kekurangan

  • Harganya cukup pricey
  • Layar kurang menarik
  • Garmin pay belum bisa digunakan
  • Side swipe yang kurang bermanfaat
  • Pedometer tetap menghitung saat naik motor
The following two tabs change content below.
Penggemar gadget, penyuka makanan, hobi olahraga dan fotografi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *